Rabu, 05 Desember 2012

Faktor Demografi dalam Pembelian Handphone Blackberry


1. Faktor Usia : Faktor usia sangat mempengaruhi dalam penggunaan handphone blackberry, karena :
a.       Usia 6 – 12 tahun belum terlalu membutuhkan sebuah smartphone, karena kebutuhannya akan pelajaran dan ilmu pengetahuan masih ditunjang oleh buku-buku yang ada di sekolah. Disamping itu, kisaran usianya termasuk dalam kategori usia yang masih suka bermain.
b.      Usia 13 – 17 tahun sudah mulai ingin memiliki sebuah handphone, karena mereka membutuhkan fasilitas komunikasi dengan teman-temannya. Penggunaan handphone ini juga mempercepat masa pubertas anak, karena dengan demikian si anak dapat sering berkomunikasi dengan teman lawan jenis.
c.       Usia 18 – 23 tahun sudah membutuhkan handphone untuk komunikasi, kepentingan tugas, kerja,  dan kepentingan sosial lainnya.
d.      Usia 24-seterusnya  membutuhkan handphone selayaknya teman pribadi untuk kepentingan pekerjaan, bisnis , sosial media dan hal-hal lainnya.
2.       Faktor pendidikan : Kebanyakan orang membutuhkan blackberry karena untuk menunjang pengetahuan mereka melalui media internet. Blackberry memiliki fasilitas yang cukup baik dalam hal internet dan media sosial.
3.       Faktor Kewarganegaraan : Orang Indonesia banyak yang memiliki blackberry karena mungkin banyak teman-temannya yang menggunakannya. Di Indonesia juga sedang trend untuk menggunakan blackberry. Sedangkan di negara lain penggunanya tidak sebanyak di Indonesia, lebih banyak menggunakan android.

Selasa, 16 Oktober 2012

TUGAS - Mengapa Produsen Melakukan Segmentasi Pasar


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Perilaku pasar pada kenyataannya lebih bersifat heterogen. Dengan karakter dan perilaku yang lebih homogen, masing-masing kelompok pasar dipenuhi oleh produk dan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhannya. Perusahaan hanya melayani kebutuhan masing-masing segmen pasar atau beberapa kelompok pasar saja. Proses pembagian pasar ini dikenal sebagai segmentasi pasar (Market Segmentation).
B.RUMUSAN MASALAH
       1.  Apa itu segmentasi pasar
       2. Mengapa produsen melakukan segmentasi pasar
       3. Manfaat segmentasi pasar
C. TUJUAN
Secara umum segmentasi mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan posisi kompetisi perusahaan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen. Selain tujuan utama tersebut terdapat tujuan-tujuan yang lebih sempit seperti, menigkatkan penjualan, memperbaiki pangsa pasar, melakukan komunikasi dan promosi yang lebih baik, dan memperkuat citra.

BAB II
PEMBAHASAN
1. DEFINISI SEGMENTASI PASAR
MENURUT  PARA  AHLI:
Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.

Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogeny
ting mix.

Pride & Ferrel (1995) mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.

Di lain pihak, Pride & Ferrel (1995) mendefinisikan segmentasi pasar sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.

Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254) pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307).

2. MENGAPA PRODUSEN MELAKUKAN SEGMENTASI PASAR

Segmentasi pasar dilakukan oleh produsen yaitu untuk dapat lebih baik memahami perilaku segmen-segmen pasar yang lebih baik melayani kebutuhan-kebutuhan konsumen.

3.MANFAAT SEGMENTASI PASAR

1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.

2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.

3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.

4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.

Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut:

1. Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.

2. Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.

3. Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.

4. Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran. Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus.

4. KESIMPULAN
Perilaku pasar pada dasarnya bersifat heterogen, dalam segmentasi pasar perusahaan harus mampu memenuhi permintaan pasar. Agar perusahaan memperoleh keuntungan yang besar sesuai dengan sasaran pasar yang dituju.

Sumber :

Teguh Budiarto seri Diklat kuliah dasar pemasaran, Jakarta:Penerbit Universitas Gunadarma

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/segmentasi-pasar-definisi-manfaat-dan.html
http://frommarketing.blogspot.com/2009/08/tujuan-segmentasi-pasar.html

Senin, 02 April 2012

TUGAS 2


Wawasan nusantara 

     Wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia  mengenai diri dan tanah airnya sebagai Negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. Unsur dasar wawasan nusantara ada 3, yaitu wadah(contour), isi(conten), dan tatalaku(conduct). Hakekat wawasan nusantara adalah cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional.

     Fungsi wawasan nusantara adalah pedoman, motifasi, dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan baik bagi penyelenggara Negara di tingkat pusat dan daerah mau pun bagi seluruh rakyat dalam kehidupan barmasyarakat , barnegara dan berbangsa.

     Tujuan wawasan nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang dari rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepeningan orang perorangan, kelompok, golongan, suku bangsa/daerah.

TUGAS 1


Pengantar pendidikan kewarganegaraan
    
Semangat perjuang bangsa merupakan kekuatan mental Spiritual yang luar biasa dalam masa perjuangan fisik. Sedangkan dalam era globalisasi dan masa yang akan datang, kita memerlukan perjuangan non fisik. Perjuangan non fisik memerlukan sarana kegiatan pendidikan bagi setiap warga Negara Indonesia pada umumnya yaitu melalui pendidikan kewarganegaraan.
     Tujuan utama pendidikan kewarga negaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, serta perilaku yang cinta tanah air bersendikan kebudayaan bangsa, serta para mahasiswa calon sarjana /ilmuan warga Negara republik Indonesia yang sedang mengkaji dan akan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi  serta seni.
      Kewajiban warga Negara antara lain, melaksanakan  aturan hukum, menghargai hak orang lain, dll. Adapun tanggung jawab warga Negara yaitu merupakan pelaksanaan hak(right) dan kewajiban(duty) sebagai warga Negara dan bersedia menanggung akibat atas pelaksanaan tersebut.

Selasa, 10 Januari 2012

Bagaimana Koperasi di Indonesia di Masa Yang Akan Datang

Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

Prinsip koperasi

Prinsip koperasi adalah suatu system ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama. Prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah internasional) adalah
  • Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela
  • Pengelolaan yang demokratis,
  • Partisipasi anggota dalam ekonomi,
  • Kebebasan dan otonomi,
  • Pengembangan pendidikan, pelatihan, dan informasi.
Di Indonesia sendiri telah dibuat UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Prinsip koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah:

1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
2. Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
3. Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-  masing anggota
4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
5. Kemandirian
6. Pendidikan perkoperasian
7. Kerjasama antar koperasi

koperasi merupakan sistem ekonomi masa depan meskipun perkembangannya harus melalui berbagai tahapan. Koperasi adalah sistem ekonomi masa depan. Jadi, berkembangnya harus melalui tahap-tahap tertentu. Dalam teori koperasijuga harus melalui tahap kapitalisme. "Sosialisme juga seperti itu. Kalau sosialisme itu melompat atau tahu-tahu terbentuk, itu akan jatuh. Peningkatan ekonomi pasar, ekonomi produksi, maupun meningkatnya pendidikan masyarakat merupakan . landasan baru bagi pertumbuhan koperasi. Oleh karena itu, kata dia, koperasi merupakan sistem ekonomi pascakapitahs. "Jadi abad ke-21 ini adalah era koperasi. Kalau PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) mencanangkan tahun 2012 menjadi Tahun Koperasi, itu sudah benar. Artinya, menyongsong datangnya ekonomi koperasi”. Dengan demikian, koperasi di masa mendatang akan tumbuh di seluruh dunia.

Mengenai kondisi koperasi di Indonesia, saat ini berada pada suatu sistem atau lingkungan yang belum kondusif ter hadap perkembangan koperasi. "Misalnya seperti ini, koperasi harus beranggotakan orang-orang yang mempunyai pendapatan tinggi sehingga ia bisa menabung. Kalau orang itu masih miskin, bagaimana dia menabung. Kalau orang tidak bisa menabung, koperasi tidak bisa berkembang”. Orang-orang akan berkoperasi jika pendapatannya meningkat sehingga hal ini merupakan landasan baik bagi pertumbuhan koperasi. Terkait hal itu, pemerintah perlu meningkatkan pendidikan koperasi pada masyarakat. "Pendidikan ini termasuk manajemen koperasi. Bagaimana koperasi itu bisa berperan di arena pasar, harus kompetitif, dan koperasi juga harus memegang prinsip-prinsip atau nilai koperasi".
 
Perekonomian merupakan permasalahan yang begitu kompleks dalam kehidupan ini. Berbagai bentuk usaha diperlukan sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Di antaranya adalah Koperasi. Koperasi Indonesia sebenarnya merupakan salah satu badan usaha yang ada dalam perekonomian Indonesia. Keberadaannya diharpakan dapat banyak berperan aktif dalam mewujudkan kesejahteraan dana kemakmuran rakyat. Namun di era reformasi ini keberadaannya banyak dipertanyakan, bahkan seringkali ada yang mengatakan sudah tidak terlalu terdengar lagi dan apakah masih sesuai sebagai salah satu badan usaha yang berciri demokrasi dan dimiliki oleh orang per orang dalam satu kumpulan, bukannya jumlah modal yang disetor seperti badan usaha lainnya. Padahal Koperasi diharapkan menjadi soko guru (tulang punggung) perekonomian nasional.

Lembaga koperasi sejak awal diperkenalkan di Indonesia memang sudah diarahkan untuk berpihak kepada kepentingan ekonomi rakyat yang dikenal sebagai golongan ekonomi lemah. Strata ini biasanya berasal dari kelompok masyarakat kelas menengah kebawah. Eksistensi koperasi memang merupakan suatu fenomena tersendiri, sebab tidak satu lembaga sejenis lainnya yang mampu menyamainya, tetapi sekaligus diharapkan menjadi penyeimbang terhadap pilar ekonomi lainnya. Lembaga koperasi oleh banyak kalangan, diyakini sangat sesuai dengan budaya dan tata kehidupan bangsa Indonesia. Di dalamnya terkandung muatan menolong diri sendiri, kerjasama untuk kepentingan bersama (gotong royong), dan beberapa esensi moral lainnya. Sangat banyak orang mengetahui tentang koperasi meski belum tentu sama pemahamannya, apalagi juga hanya sebagian kecil dari populasi bangsa ini yang mampu berkoperasi secara benar dan konsisten. Sejak kemerdekaan diraih, organisasi koperasi selalu memperoleh tempat sendiri dalam struktur perekonomian dan mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Dalam kondisi sosial dan ekonomi yang sangat diwarnai oleh peranan dunia usaha, maka mau tidak mau peran dan juga kedudukan koperasi dalam masyarakat akan sangat ditentukan oleh perannya dalam kegiatan usaha (bisnis). Bahkan peran kegiatan usaha koperasi tersebut kemudian menjadi penentu bagi peran lain, seperti peran koperasi sebagai lembaga sosial. Isyu strategis pengembangan usaha koperasi dapat dipertajam untuk beberapa hal berikut :
1. Mengembangkan kegiatan usaha koperasi dengan mempertahankan falsafah dan prinsip koperasi
2.Keterkaitan kegiatan koperasi dengan kegiatan pelayanan usaha pada umumnya
3.Mengatasi beberapa permasalahan dan peningkatan kemampuan usaha koperasi pada umumnya
4.Mengakomodasi kebutuhan pengusaha kecil untuk membentuk koperasi
5.Pengembangan kerjasama antar koperasi
6.Peningkatan citra koperasi
7.Penyaluran dan perjuangan aspirasi koperasi

Sumber :