Perkembangan koperasi indonesia mengalami pasang surut didalam sejarahnya. Perkembangan koperasi indonesia ini memiliki runag lingkup usaha yang berbeda-beda dari waktu ke waktu bergantung pada kondisi lingkungan bangsa indonesia. Perkembangan koperasi indonesia terjadi sesuai perubahan zaman dan kebutuhan.
Perkembangan koperasi indonesia berbeda jauh dengan perkembangan pada bidang lain. Yaitu sama-sama menuju perubahan lebih baik. Mengubah sistem yang tidak baik disesuaikan dengan keadaan yang sedang terjadi. Perubahan atau perkembangan koperasi indonesia tidak lantas terjadi tanpa alasan. Semua dilakukan agar sistem perkopereasian indonesia yang merupakan warisan bangsa penjajah menjadi lebih baik dan beralih ke sistem pribumi yang lebih indonesia.
Dalam perkembangan koperasi indonesia, koperasi serba usaha melakukan langkah-langkah sebagai penyedia barang-barang keperluan produksi dengan kegiatan simpan pinjam. Koperasi serba usaha juga melakukan kegiatan penyediaan barang –barang untuk memenuhi keperluan konsumsi bersama-sama dengan usaha simpan pinjam dan sebagainya. Hadirnya berbagai jenis koperasi yang ada diindonesia , merupakan bentuk nyata dari perkembangan koperasi indonesia itu sendiri.
Kondisi koperasi di indonesia pada tahun 2011
Secara historis pengembangan koperasi di Indonesia yang telah digerakan melalui dukungan kuat program pemerintah yang telah dijalankan dalam waktu lama, dan tidak mudah ke luar dari kungkungan pengalaman tersebut. Jika semula ketergantungan terhadap captive market program menjadi sumber pertumbuhan, maka pergeseran ke arah peran swasta menjadi tantangan baru bagi lahirnya pesaing-pesaing usaha terutama KUD.
Seperti yang dikatakan Menteri Negara Koperasi dan UKM, Syarif Hasan, pada hari Selasa (12/7) yang saya dapatkan infonya dari nasional.contan.co.id bahwa jumlah koperasi di Indonesia meningkat 5,31% dibanding tahun lalu. Data Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan sampai Juni 2011 total koperasi di Indonesia mencapai 186.907 unit. “Kita melihat perkembangan kinerja koperasi selama setahun ini cukup mengembirakan,” terang Menteri Negara Koperasi dan UKM tersebut.
Dari 186.907 unit koperasi itu, memiliki 30.472 anggota dengan volume usaha sebesar Rp 97.276 triliun serta modal sendiri mencapai Rp 30,10 triliun. Dibandingkan dengan Desember 2008 angka pertumbuhan koperasi mencapai 20,6%. Kementerian Negara Koperasi dan UKM berharap, pertumbuhan koperasi yang tinggi akan berkontribusi terhadap perekonomian negara. Terutama dalam dalam penyerapan tenaga kerja dan pembayaran retribusi termasuk pajak unit-unit usaha koperasi.
Pertumbuhan jumlah koperasi ini seiring dengan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 19 bank yang per 30 Juni 2011 ini juga mengalami peningkatan. Sejak diluncurkan 2007 lalu sampai 30 Juni 2011 realisasi penyaluran KUR sudah mencapai Rp 49,9 triliun untuk 4,804.100 debitur. Adapun target penyaluran KUR tahun 2011 sebesar Rp 20 triliun kepada 991,542 debitur.
sumber:
www.anneahira.com
http://wordpress.com
sumber:
www.anneahira.com
http://wordpress.com