Senin, 25 November 2013

bisnis online yang bermasalah

Bisnis online yang bermasalah

Salah satu bisnis di Facebook yang menarik perhatian saya adalah promo barang elektronik berharga murah, khususnya Macbook, Sona dan BB. Gadget-gadget ngetop pelengkap status 94uL & bikin penggunanya ngehits seketika. Barang-barang ini dijual di banyak online shop Facebook dengan harga super murah. Can you imagine a 4 mio IDR Appolo Macbook? So damn cheap, if we compare it to the official price & guaranteed products of course.Saya penasaran, kok bisa menekan harga sampai segitu murah? Dapet garansi nggak? Apa barangnya palsu? Terlebih lagi.. ini penipuan bukan? Beberapa pertanyaan ini terjawab dari toko-toko yang jelas-jelas menerangkan bahwa barang-barangnya didapat dari black market (BM) alias masuk secara ilegal. Maka pertanyaan bertambah: kok bisa dan kok berani terang-terangan melanggar hukum?
Pertanyaan yang saya lempar di Twitter pada suatu malam ternyata menarik perhatian banyak teman dan segera menjadi diskusi panjang. @hertju cerita suatu saat dia pernah ingin memesan ke online shop. Barang baru bisa dikirim setelah transfer dilakukan, wajar sih ya? Tapi saat Hertju bilang ingin lihat langsung tokonya, mereka menolak. Padahal sama-sama berdomisili di Pangkal Pinang. Kebanyakan online shop yang jual barang-barang elektronik begini berdomisili di Batam. Rupanya, kata “Batam” ini sendiri jadi jaminan mutu bagi para konsumen yang ingin dapat harga murah dari BM.
Tips-tips bertransaksi dengan aman:
  1. Sering-sering crosscheck dulu kalau mau transaksi. Kalau di Kaskus alhamdulillah belum pernah ngalamin (@deewardani)
  2. Untuk transaksi di Kaskus, lebih baiklihat barangnya dulu kalo beli barang elektronik
  3. Perlu adanya sosialisasi tentang bisnis online tersebut
  4. Bisa juga cek di kantor perwakilan ekspedisinya misal JNE, kira-kira mereka pernah nggak mengirim barang elektronik atas nama toko OL di FB tersebut
  5. Biasanya korban malas menuntut kalau jumlahnya nggak terlalu besar. Tapi kalau nggak salah, sekarang ada fasilitas untuk withdraw transfer yang bermasalah.

Bisnis yang beretika dan Analisisnya

Bisnis yang Beretika :
 
Amir mengambil kredit untuk modal usahanya. Dia menggunakan uang pinjaman tersebut untuk menjalankan usahanya dengan sungguh-sungguh. Setelah sekian waktu usahanya mulai menampakkan hasil dan meraih keuntungan yang mana Amir mampu untuk menyeelesaikan kwewajibannya melunasi pinjaman sebelum waktu yang telah disepakati. Hal ini membuat perusahaan peminjaman senang melihat

Analisis :
Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya.

BISNIS YANG TAK BERETIKA DAN ANALISISNYA

Contoh Kasus Tentang Bisnis yang Tidak Beretika
 
Raksasa perangkat jaringan mobile Ericsson melayangkan gugatan terhadap pembuat ponsel Samsung Electronics. Gugatan ini diajukan karena Samsung dituduh telah melanggar hak paten. “Kami sudah melayangkan gugatan hukum kepada Samsung terkait pelanggaran hak paten di Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan Belanda,” kata Ase Lindskog, juru bicara Ericsson. Menurut Lindskog, pihaknya telah melakukan negosiasi besar dengan Samsung terkait pembaharuan lisensi. “Kesepakatan mereka dengan kami telah berakhir sejak 31 Desember tahun lalu,” ujarnya lagi. Masalahnya, Samsung masih memakai paten ponsel yang tidak berlisensi lagi. Ketika dikonfirmasi, juru bicara Samsung di Seoul masih enggan mengomentari masalah ini. Entah iri atau ingin menjatuhkan rival, yang jelas kasus pelanggaran paten dan perlawanan legal lainnya sudah sering bahkan biasa terjadi di sektor teknologi. Bisa jadi karena perusahaan telah menghabiskan banyak dana untuk penelitian dan pengembangan (R&D). 
b.Banyak sebenarnya kalau dilihat dari segi produk bisnis yang tidak beretika, mulai dari bahan formalin pada pembuatan makanan bahkan pengawetan hewan laut, pembuatan terasi yang menggunakan bahan yang sudah berbelatung, ayam tiren [mati kemaren], penggunaan pewarna tekstil untuk makanan dan masih banyak lagi.

Analisis
Dalam dunia bisnis sering kali perusahaan melakukan banyak cara agar memenangkan persaingan termasuk dengan cara pelanggaran hak paten. Banyak alasan mengapa sebuah perusahaan melakukan pelanggaran hak paten. Penyebabnya bisa jadi karena perusahan telah menghabiskan banyak dana untuk penelitian dan pengembangan, takut kalah dari persaing, dan lain-lain. Pelanggaran yang dilakukan pihak Samsung sangatlah tidak baik, mengingat telah berakhirnya kesepakatan antara Samsung dan Ericsson. Hal ini sangat merugikan Ericsson karena Ericsson telah melakukan penelitian dan pengembangan yang memakan banyak biaya serta waktu yang tidak sedikit. Dampaknya bagi Ericsson adalah para investor akan mencabut penanaman modalnya yang mengakibatkan Ericsson akan mengalami kerugian besar. Sebaiknya jangan hanya karena keuntungan semata kita merugikan orang lain, agar mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, kita melakukan hal yang dapat merugikan orang lain. Berbisnislah dengan cara yang benar dan sesuai etika bisnis. Semoga bisnis-bisnis di Indonesia tidak hanya memikirkan laba saja tapi juga keselamatan dan kenyamanan konsumennya.